5 April 2018

Program Kerja KKG Gugus


PROGRA KERJA KKG GUGUS KRAMALEKSANA
TAHUN 2017/2018

A. Pendahuluan
Peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar telah menjadi komitmen pemerintah yang harus diwujudkan secara nyata. Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya guru. Demikian pula dengan adanya perubahan paradigma pendidikan di era globalisasi ini mengharuskan  adanya perubahan pola pikir (mindset) dan pola  tindak (actionset) bagi guru terutama dalam mengimplementasikan dan mengembangkan kurikulum (KTSP) dan Kurikulum 2013 yang berlaku sekarang. Perubahan pola pikir dan pola tindak bagi guru dalam mengelola kelas serta melaksanakan proses pembelajaran, guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan khususnya layanan proses pembelajaran sesuai dengan Standar Proses Pendidikan.
Pergeseran paradigma proses pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. Menuntut kemampuan guru dalam proses pembelajaran dilaksanakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. (Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 pasal 19 ayat 1). Dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru Departemen Pendidikan melalui Dirjen  Dikdasmen  Nomor:  079/C/Kep.I/93,  tanggal  7  April  1993  menetapkan  Sistem Pembinaan Profesional Guru melalui Pembentukan Gugus Sekolah di Sekolah Dasar.
Keberadaan KKG sebagai wadah atau forum profesional guru di gugus sekolah, kecamatan  memegang  peranan  penting  dan  strategis  untuk  meningkatkan  kompetensi guru sehingga guru lebih profesional. Melalui aktifitas guru dalam KKG diharapkan permasalahan  pembelajaran  yang  dihadapi  guru  di  kelas  dapat  terpecahkan  sehingga proses  pembelajaran  lebih efektif,  bermutu, dan dapat meningkatkan mutu pendidikan nasional. Berbagai upaya telah dilaksanakan oleh pemerintah antara lain dalam rangka peningkatan mutu dan profesionalisme guru yang muaranya adalah peningkatan mutu pembelajaran di kelas, upaya  tersebut antara lain ikut serta dalam pendidikan dan pelatihan. Namun pada kenyataannya implementasi di lapangan belum sepenuhnya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, indikasinya antara lain masih banyaknya guru yang belum mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya, bahkan lebih parah lagi masih ada guru yang tidak faham tentang bagaimana cara pengaplikasian ilmu yang diperolehnya dari pendidikan dan latihan yang diikutinya.
Berdasarkan kenyataan-kenyataan tersebut, maka KKG Gugus Kramaleksana sebagai wadah  para  guru  untuk  meningkatkan  profesionalismenya  dalam  rangka  peningkatan mutu   pendidikan, berupaya untuk mencanangkan berbagai program kegiatan KKG. Program kegiatan tersebut diimplementasikan untuk menjawab tantangan berbagai permasalahan pembelajaran yang dialami oleh para guru serta dalam rangka meningkatkan kompetensi para guru.

B. VISI
Maju bersama menuju tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional, sebagai personel yang cerdas, sehat, sejahtera, dan berakhlakul karimah.

C. VISI
1. Meningkatkan  kompetensi  profesional  guru  yang  memiliki  pengetahuan  yang  luas dari bidang studi yang diajarkannya, memilih dan menggunakan berbagai metode di dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakannya secara tepat.
2. Meningkatkan  kompetensi  kemasyarakatan  guru  yang  mampu  berkomunikasi,  baik dengan siswa, sesama guru, maupun masyarakat luas.
3. Meningkatkan  kompetensi  personal  guru  yang  memiliki  kepribadian  yang  mantap dan patut diteladani.

D. Tujuan
1.    Memperluas     wawasan     dan     pengetahuan     guru   dalam     berbagai     kompetensi khususnya kompetensi  Profesi,  Akademik,  Sosial  dan  Personal  melalui  kegiatan pengembangan profesionalisme guru di tingkat KKG.
2.    Memberi   kesempatan  seluas   luasnya   kepada  anggota   untuk   berbagi   pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik.
3.    Memberdayakan    dan    membantu   anggota   kelompok    kerja   dalam   melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di sekolah.
4.    Membantu  guru  memecahkan/mendiskusikan  permasalahan  yang  diperoleh  guru di lapangan pada saat melaksanakan tugas se
5.    hari-hari.
6.    Meningkatkan mutu, proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik.
7.    Mengembangkan  kultur  kelas  yang  kondusif  sebagai  tempat  proses  pembelajaran yang menyenangkan, mengasyikkan dan mencerdaskan siswa.

E. Profil Gugus Kramaleksana
1.    Data Anggota
No.
Nama Sekolah
Jumlah Guru
Jumlah Siswa
Jarak ke Lokasi KKG
dari Setiap SD

Ket.
1
SDN 1 Selang
16 orang
212 orang
0 km
SD Inti
2
SDN 3 Selang
12 orang
105 orang
1 km

3
SDN 1 Kalirejo
11 orang
73 orang
1 km

4
SDN 2 Kalirejo
11 orang
185 orang
1 km

5
SDN 3 Kalirejo
11 orang
128 orang
1 km

Jumlah
61 orang
703 orang



2.    Data Kegiatan
Bentuk Kegiatan
KKG
Waktu
Kegiatan
Tempat
Kegiatan
Sasaran Kegiatan
Pertemuan KKG Kelas Rendah
Kelas I

Minggu ke-2
& ke-4
Ruang A
1.      Peningkatan kemampuan akademik.

2.  Peningkatan kemampuan manajerial.
Kelas II
Kelas III
Pertemuan KKG Kelas Tinggi
Kelas IV

Minggu ke-2
& ke-4

Ruang B
Kelas V
Kelas VI

3. Data Pengurus
No.
Nama
Jabatan Pengurus
Jabatan Dinas
1
Anjar Mugiyono, S.Pd
Ketua KKG
KS SDN 2 Kalirejo
2
Slamet Suyono, A.Ma
Wakil Ketua KKG
Guru SDN 3 Selang
3
Achmad Hufron, S.Pd.Jas
Sekretaris
Guru SDN 1 Selang
4
Hartoto, S.Pd
Bendahara
KS SDN 3 Kalirejo
5
Tuti Aryaningsih, S.Pd
Koordinator Kelas Atas
Guru SDN 1 Kalirejo
6
Eni Rudiyati, S.Pd.SD
Koordinator Kelas Bawah
Guru SDN 3 Kalirejo
5
Juwariyah, S.Ag
Pemandu PAI
Guru SDN 1 Selang
6
Hidayati, S.Pd
Pemandu PKn
Guru SDN 1 Selang
7
Sukimah, S.Pd
Pemandu B. Indonesia
Guru SDN 3 Selang
8
Rubaingah, S.Pd.SD
Pemandu Matematika
Guru SDN 2 Kalirejo
9
Yustiningsih, S.Pd.SD
Pemandu IPA
Guru SDN 3 Kalirejo
10
Endang Dwi A, S.Pd
Pemandu IPS
Guru SDN Kalirejo
11
Muryani, S.Pd
Pemandu SBK
Guru SDN 1 Selang
12
Musringah, S.Pd
Pemandu PJOK
Guru SDN 1 Kalirejo

F. Program Jangka Panjang (5 Tahun)
1. Program Rutin
a.    Diskusi permasalahan pembelajaran.
b.    Penyusunan pemetaan tema standar kompetensi dan kompetensi dasar.
c.    Penyusunan silabus.
d.   Penyusunan program tahunan.
e.    Penyusunan program semester.
f.     Penyusunan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
g.    Pembuatan alat peraga.
h.    Penyusunan RPP.
i.      Penyusunan rubrik penilaian.
j.      Membahas berbagai metode pembelajaran.
k.    Penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran.
l.      Pendampingan pelaksanaan pembelajaran di kelas.
m.  Penyusunan kisi-kisi soal semester.
n.    Penyusunan soal-soal try out Ujian Sekolah
o.    Pembahasan materi dan pemantapan menghadapi Ujian Nasional.
p.    Mengadakan studi banding ke sekolah-sekolah yang berprestasi.
2.    Program Pengembangan
a.    Pelatihan tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
b.    Pelatihan penulisan karya tulis ilmiah.
c.    Seminar (paparan hasil penelitian), dan diskusi panel.
d.   Peer coaching (Pelatihan bersama guru menggunakan media ICT)
e.    Lesson study (Kerjasama antar guru untuk memecahkan masalah pembelajaran)
3.    Program Insidentil
(Disesuaikan dengan agenda dan kebutuhan yang ada)

G. Program Jangka Pendek (1 Tahun)
1.    Program Rutin
a.    Diskusi permasalahan pembelajaran.
b.    Penyusunan pemetaan tema standar kompetensi dan kompetensi dasar.
c.    Penyusunan silabus.
d.   Penyusunan program tahunan.
e.    Penyusunan program semester.
f.     Penyusunan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
g.    Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran.
h.    Penyusunan rubrik penilaian.
i.      Membahas berbagai metode pembelajaran.
j.      Penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran.
k.    Pendampingan pelaksanaan pembelajaran di kelas.
l.      Penyusunan kisi-kisi dan naskah soal Ulangan Tengah Semester (UTS).
m.  Penyusunan kisi-kisi soal Ulangan Akhir Semester (UAS).
n.    Penyusunan soal-soal try out US/M.
o.    Pembahasan materi dan pemantapan menghadapi US/M.
2.    Program Pengembangan
a.    Pelatihan penetapan perhitungan angka kredit.
b.    Peer coaching (Pelatihan bersama guru menggunakan media ICT).
c.    Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
d.   Penulisan Karya Tulis Ilmiah.
e.    Seminar, lokakarya, koloqium (paparan hasil penelitian), dan diskusi panel.
3.    Program Insidentil
(Disesuaikan dengan agenda dan kebutuhan yang ada)

1.    Program Rutin Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018
No.
Jenis Kegiatan
Tujuan
Sasaran
Produk
Waktu
1.
Pertemuan Rutin
Reorganisasi Pengurus KKG
Anggota
Terbentuknya Pengurus Baru
Januari
2.
Pertemuan Rutin Guru Pemandu
Analisis Buku Guru dan Buku Siswa
Guru Kelas dan Mapel
Analisis Materi, KD, Indikator, Tujuan Pembelajaran
Januari
3.
Pertemuan Rutin Guru Pemandu
Diskusi Permasalahan Pembelajaran
Guru Kelas dan Mapel
RPP, Rubrik Penilaian, Media, Metode, dll
Februari
4.
Pertemuan Rutin Guru Pemandu
Pelatihan Penggunaan Media Pembelajaran.
Guru Kelas dan Mapel
Terampil Menggunakan Media Pembelajaran
Februari
5.
Pertemuan Rutin Guru Pemandu
Pendampingan Pelaksanaan Pembelajaran di Kelas/Lesson Study
Guru Kelas dan Mapel
Trampil proses KBM
Maret
6.
Pertemuan Rutin Guru Pemandu
Penyusunan Kisi-kisi Soal, Soal, Editing Soal Tengah Semester
Guru Kelas dan Mapel
Kisi-kisi, Bank Soal, Kunci Jawaban
Maret
7.
Pertemuan Rutin Guru Pemandu
Penyusunan Soal-soal Tryout Ujian Nasional
Guru Kelas dan Mapel
Bank Soal Tryout UN dan Kunci Jawaban
April
8.
Pertemuan Rutin Guru Pemandu
Pembahasan Materi dan Pemantapan   Menghadapi Ujian Nasional dan Ulangan Akhir Semester
Guru Kelas dan Mapel
Trik menjawab soal, rangkuman materi dll
April

NB. Materi yang dibahas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan situasi dan kondisi

2.        Program Pengembangan Semester II
No.
Jenis Kegiatan
Tujuan
Sasaran
Produk
1.
Pertemuan Insidentil KKG
Pelatihan Guru Pembina O2SN
Anggota
Guru menguasai teknik dan trik pembinaan O2SN
2.
Pertemuan Insidentil KKG
Sosialisasi Implementasi Hasil Workshop/Diklat Guru
Anggota
Menambah wawasan keilmuwan guru melalui materi terbaru
3.
Pertemuan Insidentil KKG
Mengadakan pertukaran Guru PAI pada PHBI
Anggota
Silaturahim dan ukuwah islamiyah (syiar Islam)
4.
Pertemuan Insidentil KKG
Mengadakan membaca surat yasin setiap bulan sekali di seluruh sekolah
Anggota
Syiar Islam dan Keimanan guru dan siswa meningkat
5.
Pertemuan Insidentil KKG
Study Banding ke sekolah unggulan
Anggota
Tukar pengalam dan sharing keilmuwan
6.
Pertemuan Insidentil KKG
Pertandingan Olahraga Persahabatan
Guru dan siswa
Silaturahim dan peningkatan prestasi Olahraga
H. Penutup
Demikian Program Kerja KKG Gugus Kramaleksana Tahun Kegiatan 2017/2018. Dibuat untuk dapat dijadikan bahan acuan bagi segenap aktifitas kegiatan dalam rangka mencapai Peningkatan Mutu Guru Profesional.



Ketua,



Anjar Mugiyono, S.Pd
NIP. 196308221985081001
Ditetapkan di   : Kebumen
Pada Tanggal   : .... Januari 2018
Sekretaris



Achmad Hufron, S.Pd.Jas
NIP.198308262006041006

                                                     Mengetahui,
Ketua Gugus Kramaleksana



Tri Astuti, S.Pd
NIP. 196306081984052006
Pengawas TK/SD Dabin


Dra. Hj. Lestariningsih, M.M.Pd
NIP. 196403201983042001
                                               

25 Oktober 2017

BAYANGAN KESESATAN DARI INFORMASI HOAX



BAYANGAN KESESATAN DARI INFORMASI HOAX

Pada era kemajuan teknologi informasi komunikasi seperti sekarang ini dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Penyampaian informasi di era digital sangat cepat, setiap orang dengan mudah memproduksi, mengirim dan mengunggah informasi melalui beberapa media sosial seperti facebook, twitter, whatsapp, instagram dan lain sebagainya yang tidak semua dapat difilter dengan baik. Informasi yang dikeluarkan perorangan, kelompok, instansi maupun badan usaha melalui media sosial dan media elektronik dibaca oleh orang banyak. Informasi yang diberikan dapat mempengaruhi perasaan, pikiran, tindakan, serta emosi perseorangan maupun kelompok. Penyampaian nformasi hoax dan tidak akurat serta provokatif sangat disayangkan karena dapat membuat pembaca menjadi berfikiran dan beropini negatif terhadap seseorang, kelompok, instansi, dan badan usaha. Penggiringan ke arah Opini negatif cenderung merugikan pihak yang diberitakan, membuat fitnah dan menyebar kebencian sehingga membuat orang menjadi terancam, takut, merusak reputasi, dan menimbulkan kerugian materi.
Hoax menurut wikipedia adalah “informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya”. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Halim, E (2017) menjelaskan bahwa hoax yaitu suatu berita atau pernyataan yang memiliki informasi yang tidak valid atau berita palsu yang tidak memiliki kepastian yang sengaja disebarluaskan untuk membuat keadaan menjadi heboh dan menimbulkan ketakutan. Informasi hoax sangat meresahkan karena membuat kehidupan bermasyarakat kurang kondusif. Apalagi mendekati momen-momen tertentu misalkan: pilkada, pilpres, dan pemilihan anggota DPR. Informasi saling menghujat, memfitnah, mendeskreditkan golongan tertentu, dan menjelek-jelekkan baik perseorangan maupun lembaga membuat masyarakat menjadi bingung dan menganggap seseorang, golongan, instansi dan lembaga itu buruk tidak patut dipilih dan diikuti.
Tujuan menyebar informasi hoax menurut Halim, E (2017) yaitu: (1) pembuang-buang waktu, (2) sebagai pengalihan isu, (3) sebagai penipuan publik, dan (4) sebagai pemicu kepanikan publik. Maksud pembuang waktu disini yaitu penyebar informasi hanya iseng-iseng semata tanpa dipikirkan baik buruknya dan benar tidaknya informasi tersebut. Lebih lanjut dijelaskan oleh Halim, E (2017) informasi hoax sebagai pengalih isu biasanya dilakukan oleh penjahat internet yang biasa disebut cyber crime. Hoax biasa dimanfaatkan sebagai pelancar aksi kejahatan mereka di internet atau di sosial media. Sebagai contohnya, para penjahat cyber akan mengirimkan sebuah hoax yang berisikan bahwa telah terjadi kerentanan sistem dalam pelayanan internet seperti gmail dan ymail. Lalu, para penjahat tersebut akan mengirimkan sebuah tautan berupa link kepada para user atau pengguna yang berisikan saran meng-klik tautan tersebut agar akun pengguna akan terhindar dari kerentanan sistem gmailataupun ymail. Padahal, pada kenyataanya tautan tersebut merupakan virus yang bisa membajak gmail maupun ymail para pengguna yang biasa kita sebut hacking.
Halim, E (2017) juga menjelaskan Informasi hoax sebagai penipuan publik bertujuan untuk menarik simpati masyarakat yang percaya dengan hoax tersebut, kemudian dianjurkan untuk menyumbangkan sejumlah uang. Banyak orang yang akhirnya tertipu dengan hoax tersebut dan pada akhirnya terlanjur mengirimkan sejumlah uang yang sangat besar. sedangkan informasi hoax sebagai pemicu kepanikan publik yaitu memuat berita yang merangsang kepanikan khalayak publik, dan beritanya berisikan tentang tindak kekerasan atau suatu musibah tertentu. Salah satu contohnya adalah hoax tentang kecelakaan hilangnya pesawat Garuda Indonesia dengan tujuan Jakarta ke Palu beberapa waktu lalu. Hoax ini begitu cepat menyebar sampai media massa maupun media online harus mengklarifikasi berita tersebut agar masyarakat tidak panik ataupun percaya dengan hoax tersebut.
Menurut Eko Nugroho Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax dalam Surahmin, I (2017) menguraikan lima langkah sederhana yang bisa membantu dalam mengidentifikasi mana berita hoax dan mana berita asli. Berikut penjelasannya: pertama, hiati-hati dengan judul provokatif. Berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax. Oleh karenanya, apabila menjumpai berita denga judul provokatif, sebaiknya Anda mencari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan demikian, setidaknya Anda sebabagi pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang. Kedua, cermati alamat situs. Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi -misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan. Ketiga, periksa fakta. Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat.
Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh. Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif. Keempat, cek keaslian foto. Di era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca. Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan. Kelima, ikut serta group diskusi anti hoax. Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci. Di grup-grup diskusi ini, netizen bisa ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang.
Apabila menjumpai informasi hoax sebaiknya kita mencegah dan melaporkannya melalui sarana yang tersedia disetiap media. Tujuannya, agar informasi tersebut tidak menyebar lebih luas lagi. Surahmin, I (2017) menjelaskan bagaimana melalorkan informasi hoax di beberapa media. Pertama, untuk media sosial Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut. Kedua, untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan Instagram. Ketiga, bagi pengguna internet Anda dapat mengadukan konten negatif yang diterima dan informasi hoax ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id. Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga menyediakan laman data.turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoax dari netizen. TurnBackHoax sekaligus berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoax.
Beberapa cara untuk mencegah berita hoax melalui leterasi media dan penggunaan internet sehat. Literasi media sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada pengguna media tentang penyerapan informasi yang didapatkan, sehingga informasi yang diharapkan sesuai dengan kenyataan. Menurut Abder, dkk (2017) menjelaskan bahwa Literasi media adalah perspektif yang dapat digunakan ketika berhubungan dengan media agar dapat menginterpretasikan suatu pesan yang disampaikan oleh pembuat berita. Juga  dalam pengertian lainnya yaitu kemampuan untuk mengevaluasi dan menkomunikasikan informasi dalam berbagai format termasuk tertulis maupun tidak tertulis. Gerakan literasi media khususnya internet sehat muncul sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap dampak buruk media internet. Perkembangan internet selain memberikan dampak positif pada kehidupan manusia juga memiliki dampak negatif. Beberapa dampak negatif tersebut diantaranya adalah mengurangi tingkat privasi individu, dapat meningkatkan kecenderungan potensi kriminal, dapat menyebabkan overload-nya informasi, dan masih banyak lagi.
Abder, dkk (2017) menjelaskan bahwa tujuan gerakan internet sehat adalah untuk memberikan pendidikan kepada pengguna internet untuk menganalisis pesan yang disampaikan, mempertimbangkan tujuan komersil dan politik dibalik citra atau pesan di internet dan meneliti siapa yang bertanggungjawab atas pesan yang diimplikasikan itu. Oleh karena itu, agar gerakan internet sehat dapat berjalan secara optimal maka sangat diperlukan pendidikan berinternet salah satunya adalah pendidikan etika berinternet. Pendidikan internet lebih pada pembelajaran tentang etika bermedia internet, bukan pengajaran melalui media. Pendidikan etika bermedia internet bertujuan untuk mengembangkan baik pemahaman kritis maupun partisipasi aktif, sehingga anak muda sebagai konsumen media internet memiliki kemampuan dalam membuat membuat tafsiran dan penilaian berdasarkan informasi yang diperolehnya.
Untuk mengantisipasi diri kita ikut tersesat dalam informasi hoax didahului dengan sikap jangan mudah percaya dan menerima informasi secara mentah. Analisa terlebih dahulu sumbernya dan diskusikan dengan teman sejawat ataupun pimpinan tentang kebenaran informasi tersebut. Hal lain yang dapat dilakukan adalah menelusuri sumber dari mana informasi tersebut berasal apakah dari web, blog, fb, wa, dan situs yang bisa dipercaya atau tidak. Apabila kita menerima informasi secara mentah kemudian langsung percaya dengan informasi tersebut maka bisa membuat kita ikut tersesat dengan informasi yang salah.
Saya pribadi pernah menerima berita hoax tentang promo 2 tiket gratis dari salah satu maskapai ternama di Indonesia untuk 200 pengguna layanan yang beruntung melalui website http://wonderoffers.co/indonesia/. Karena saya terkadang menggunakan maskapai ini untuk perjalanan dengan tanpa berfikir panjang saya langsung mengikuti program itu. Dan saya bagikan informasi tersebut ke group teman-teman saya. Setelah saya masuk ke website tersebut ternyata saya disuruh memasukkan beberapa data mulai dari data pribadi sampai dengan alamat email. Ternyata ketika saya bagikan ke beberapa group, ada teman saya yang memberikan penjelasan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoax. Teman saya juga menunjukan alamat website untuk konfirmasi informasi tersebut bahwa informasi tersebut tidak benar. Saya merasa malu karena sudah menyebarkan informasi yang tidak benar ke teman-teman saya. Dengan pengalaman tersebut maka saya sekarang lebih berhati-hati dalam menerima informasi. Saya telaah dulu dan dicari sumbernya. Kalau informasi itu memang benar atau valid maka saya bisa mempercayainya. Sekali lagi hati-hati dengan informasi yang kita dapat, telaah dulu dan cari kebenaran dari sumbernya. Jangan sampai kita ikut tersesat dengan informasi yang tidak benar dan membuat kita berbuat sesuatu yang tidak benar pula.



Daftar Rujukan

Abner, dkk. 2017. Penyalahgunaan Informasi/Berita Hoax di Media Sosial. https://mti.binus.ac.id/2017/07/03/penyalahgunaan-informasiberita-hoax-di-media-sosial/. Diakses pada tanggal 18 Oktober 2017.

Halim, E. 2017. Pengaruh Hoax Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbahaya. https://www.kompasiana.com/eikalhalimn/pengaruh-hoax-dalam-kehidupan-bermasyarakat-berbahaya_58fd66f5d6937388063dcc89. Diakses pada tanggal 18 Oktober 2017.

Pemberitaan palsu https://id.wikipedia.org/wiki/Pemberitaan_palsu. Diakses pada tngaal 18 Oktober 2017.

Surahmin, I. 2017.  Cara Mengatasi Berita Hoax di Dunia Maya. http://zonasultra.com/ini-cara-mengatasi-berita-hoax-di-dunia-maya.html Diakses Pada Tanggal 19 oktober 2017.


 Sejarah Desa Depokrejo Kebumen untuk Dukuh Pesawahan diawali adanya hadirnya Mbah Pancabaya dan Mbah Pancabayu dan membabat hutan dengan ca...