6 Oktober 2026

Tentang Ki Bodronolo

Sejarah Singkat Ki Bodronolo di Kebumen

  • Penyedia Logistik Mataram: Pada tahun 1628–1629, Sultan Agung mengerahkan pasukan untuk menyerang kedudukan VOC di Batavia. Ki Bodronolo ditugaskan di wilayah Panjer untuk menyiapkan lumbung pangan dan persediaan logistik guna mendukung pasukan Mataram.
  • Menangkal Pasukan VOC: Selain urusan perbekalan, ia juga berperan dalam membantu menahan serta menangkal pergerakan pasukan VOC di sekitar pesisir Petanahan.
  • Pemimpin Panjer (1642): Atas jasa-jasanya yang besar terhadap Kesultanan Mataram, pada tahun 1642 Ki Bodronolo diangkat secara resmi sebagai pemimpin atau adipati di Panjer. Kepemimpinan ini sekaligus menandai awal mula berdirinya dinasti Kolopaking di wilayah tersebut.
  • Akhir Masa Jabatan (1657): Pada tahun 1657, karena sudah lanjut usia, Ki Bodronolo menyerahkan kepemimpinan Kadipaten Panjer kepada putranya.

Silsilah Ki Bodronolo dan Trah Kolopaking
Berdasarkan catatan sejarah dan babad lokal, Ki Bodronolo memiliki latar belakang darah kepemimpinan dan keturunan tokoh-tokoh besar masa lalu:
  • Latar Belakang Keluarga: Ki Bodronolo disebut sebagai cucu dari Ki Ageng Mangir (tokoh dari daerah Mangir yang berelasi dengan Mataram). Dalam silsilah keluarga, tokoh leluhurnya menurunkan garis keturunan yang mengakar di Panjer.
  • Pernikahan: Ki Bodronolo menikah dengan Endang Patrasari dan dikaruniai keturunan yang meneruskan kepemimpinan di Panjer.
Garis Keturunan / Dinasti Kolopaking di Panjer:
  1. Ki Bodronolo (Panembahan Badranala) – Memerintah tahun 1642–1657.
  2. Ki Hastrasuta (Ki Gedhe Panjer Roma II) – Putra Ki Bodronolo, memerintah tahun 1657–1677.
  3. Ki Curigo – Putra Ki Hastrasuta.
  4. Kertawangsa (K.R.T. Kalapaking I) – Cicit Ki Bodronolo yang mulai menggunakan gelar Kalapaking, memerintah tahun 1677–1710.
  5. Ki Bagus Mandingin (K.R.T. Kalapaking II) – Memerintah tahun 1710–1751.
  6. Keturunan Kalapaking berikutnya terus memimpin Panjer hingga masa akhir Perang Diponegoro (Kalapaking IV).
Jika Anda ingin mendalami bagian tertentu, silakan beri tahu saya apakah Anda ingin membahas:
  • Perang Diponegoro dan akhir kekuasaan Trah Kolopaking di Panjer
  • Peralihan kekuasaan ke Dinasti Arungbinang

5 Oktober 2026

Menguak Sejarah Sesepuh Kebumen

Kebumen tempo dulu (saat masih bernama Panjer) sangat erat dengan dinamika kerajaan Mataram Islam. Dua dinasti atau trah besar yang paling mendominasi sejarah kepemimpinan di Kebumen adalah Trah Kolopaking dan Trah Arungbinang.

Berikut adalah bagan dan penjelasan hubungan kekerabatan para tokoh leluhur Kebumen:
1. Hubungan Awal: Mataram Islam, Ki Singapatra, dan Ki Badranala
Hubungan ini membentuk fondasi awal berdirinya trah penguasa di Panjer (cikal bakal Kebumen):
  • Panembahan Senopati (Pendiri Mataram Islam) memiliki putri bernama Roro Pembayun.
  • Roro Pembayun menikah dengan Ki Ageng Mangir Wanabaya dan melahirkan Ki Madusena.
  • Ki Madusena yang mengungsi ke wilayah Kebumen kemudian menikah dengan Dewi Marjati dan melahirkan Ki Badranala (Bagus Bodronolo).
  • Ki Badranala kemudian menikah dengan Endang Patrasari, yang merupakan putri dari Ki Singapatra (penguasa kuno wilayah Panjer). Dari pernikahan inilah keturunan mereka nantinya membentuk Trah Kolopaking.
2. Trah Kolopaking (Penguasa Panjer)
Setelah Ki Badranala berjasa membantu logistik pasukan Sultan Agung dalam penyerangan ke Batavia (1629), ia diangkat menjadi penguasa Panjer. Keturunannya yang memimpin Panjer menggunakan gelar keluarga Kolopaking:
  • Ki Badranala + Endang Patrasari memiliki anak bernama Raden Bagus Kertosuto (kelak bergelar Tumenggung Kelapa Aking atau KRT Kolopaking I) dan Raden Bagus Hastrosuto.
  • Nama Kolopaking sendiri berasal dari buah kelapa kering (kelapa aking) yang diberikan kepada Sunan Amangkurat I saat beliau mengungsi di wilayah Panjer akibat pemberontakan Trunojoyo (1677). Trah ini memimpin Kebumen selama beberapa generasi.
3. Tokoh Sentral: Pangeran Bumidirja (Asal Usul Nama "Kebumen")
Di era Sunan Amangkurat I, terjadi pergolakan politik di Mataram.
  • Pangeran Bumidirja (dikenal juga sebagai Pangeran Mangkubumi atau Ki Bumi) adalah adik dari Sultan Agung Hanyokrokusumo.
  • Karena tidak sejalan dengan pemerintahan keponakannya (Amangkurat I), Pangeran Bumidirja memilih meninggalkan kraton pada tahun 1677 dan menyingkir ke arah barat.
  • Beliau menetap di tepi Sungai Luk Ula dan mendirikan padepokan. Tempat tinggal Pangeran Bumidirja ini kemudian dikenal oleh masyarakat luas sebagai Kabumian, yang seiring waktu berubah lafal menjadi Kebumen.
4. Trah Arungbinang (Dinasti Baru Kebumen)
Di akhir era Mataram Islam menuju masa perpecahan kerajaan, muncul dinasti baru yang memimpin Kebumen, yaitu Trah Arungbinang yang didirikan oleh Joko Sangrib:
  • Joko Sangrib (Tumenggung Arungbinang I) merupakan putra dari Pangeran Puger (Sunan Pakubuwono I dari Mataram). Ibunya adalah adik ipar dari Demang Honggoyudo di Kutowinangun yang masih merupakan garis keturunan Pangeran Bumidirja.
  • Berkat jasa besarnya terhadap Keraton Surakarta (termasuk memindahkan keraton Kartasura ke Surakarta dan meredam pemberontakan di Banyumas), Joko Sangrib diangkat menjadi Bupati Nayaka Surakarta dengan gelar Tumenggung Arungbinang I.
  • Keturunan dari Trah Arungbinang inilah yang di kemudian hari silih berganti menjadi Bupati Kebumen, bersaing pengaruh dan menandai peralihan kekuasaan dari Trah Kolopaking pasca-Perang Diponegoro.

9 Januari 2026

 Sejarah Desa Depokrejo Kebumen

untuk Dukuh Pesawahan diawali adanya hadirnya Mbah Pancabaya dan Mbah Pancabayu dan membabat hutan dengan cara di tebang dan kemudian membuka pemukiman. hal ini mengundang orang-orang untuk ikut menetap di daerah tersebut. termasuk seorang abdi dalem kraton mataram yang bernama Suradrana. karena kerja yang bagus maka beliau dinikahkan dengan keluarga keraton mataram yang bernama Nyi nalapraya. dan Mbah Suradrana memerintah di Desa Depokrejo dan mengembangkan wilayah sampai ke gesikan bersama Nyi Nalapraya. untuk makan Nyi Nalapraya berada di Desa gesikan berbatasan dengan Desa Depokrejo. sedangkan untuk Dukuh Depokrejo itu ada Mbah Amongrogo dan membuka hutan dengan cara membakarnya.

 Kebaikan

sekecil apapun kebaikan tetaplah kebaikan

jangan kau ingat keburukannya saja

apalagi hanya untuk mendongkrak kepentingan pribadi

tidak harus terlihat besar ketika kau menginjak teman

tidak akan terlihat kuat ketika kau memakan teman

ingatlah, wahai orang-orang ambisius

tuhan tidak tidur

jika kau tidak menghargai apa yang telah dilakukan teman untukmu

maka orang lain juga tiadak akan menghargaimu

dia nurut di depanmu karena kau mempunyai pengaruh

tunggulah nanti ketika kau sudah tidak menjabat

akan jadi omongan dan orang yang tak ada wibawa

1 September 2025

 

UPACARA PEMBUKAAN JAMBORE CABANG GERAKAN PRAMUKA

KWARTIR CABANG KEBUMEN

TANGGAL 12 AGUSTUS 2025 DIMULAI

A.      PERSIAPAN

Peserta upacara memasuki lapangan upacara

B.      ACARA PENDAHULUAN

1.      Peminpin upacara memasuki lapangan upacara

2.      Laporan Perwira Upacara Kepada Pembina Upacara

3.      Pembina Upacara Memasuki Lapangan Upacara

 

C.      ACARA POKOK

4.      Memanyikan Lagu “ Hymne Pramuka “ diikuti seluruh peserta upacara

(hadirin dimohon berdiri)

(hadirin disilahkan duduk kembali)

5.      Penghormatan Peserta Upacara Kepada Pembina Upacara

6.      Laporan Pemimpin Upacara Kepada Pembina Upacara

7.      Pengibaran Bendera Jambore

8.      Mengheningkan Cipta dipimpin oleh Pembina Upacara

9.      Pengucapan Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, dan Dasa Darma.

10.   Penyematan Tanda Peserta

11.   Amanat Pembina Upacara

Dilanjutkan pembukaan secara resmi dengan  dengan pemukulan “KENTONGAN“.

Dimohon Anggota mabi dan KaKwarcab Berkenan mendampingi

Anggota Mabi dan Kak Kwarcab  kembali ke tempat

12.   Menyanyikan lagu “ Bagimu Negeri“

( Hadirin dimohon Berdiri )

(hadirin disilahkan duduk kembali)

13.   Pembacaan Doa

14.   Laporan Pemimpin Upacara Kepada Pembina Upacara

15.   Penghormatan Peserta Upacara Kepada Pembina Upacara

 

D.     ACARA PENUTUP

16.   Pembina Upacara Berkenan Meninggalkan Lapangan Upacara

17.   Pemimpin Upacara Mengistirahatkan Peserta Upacara

18.   Pengumuman-pengumuman

19.   Pemimipin Pasukan membubarkan pasukannya masing-masing

 






































Tentang Ki Bodronolo

Sejarah Singkat Ki Bodronolo di Kebumen Penyedia Logistik Mataram: Pada tahun 1628–1629, Sultan Agung mengerahkan pasukan untuk menyerang k...