Sejarah Singkat Ki Bodronolo di Kebumen
- Penyedia Logistik Mataram: Pada tahun 1628–1629, Sultan Agung mengerahkan pasukan untuk menyerang kedudukan VOC di Batavia. Ki Bodronolo ditugaskan di wilayah Panjer untuk menyiapkan lumbung pangan dan persediaan logistik guna mendukung pasukan Mataram.
- Menangkal Pasukan VOC: Selain urusan perbekalan, ia juga berperan dalam membantu menahan serta menangkal pergerakan pasukan VOC di sekitar pesisir Petanahan.
- Pemimpin Panjer (1642): Atas jasa-jasanya yang besar terhadap Kesultanan Mataram, pada tahun 1642 Ki Bodronolo diangkat secara resmi sebagai pemimpin atau adipati di Panjer. Kepemimpinan ini sekaligus menandai awal mula berdirinya dinasti Kolopaking di wilayah tersebut.
- Akhir Masa Jabatan (1657): Pada tahun 1657, karena sudah lanjut usia, Ki Bodronolo menyerahkan kepemimpinan Kadipaten Panjer kepada putranya.
- Latar Belakang Keluarga: Ki Bodronolo disebut sebagai cucu dari Ki Ageng Mangir (tokoh dari daerah Mangir yang berelasi dengan Mataram). Dalam silsilah keluarga, tokoh leluhurnya menurunkan garis keturunan yang mengakar di Panjer.
- Pernikahan: Ki Bodronolo menikah dengan Endang Patrasari dan dikaruniai keturunan yang meneruskan kepemimpinan di Panjer.
- Ki Bodronolo (Panembahan Badranala) – Memerintah tahun 1642–1657.
- Ki Hastrasuta (Ki Gedhe Panjer Roma II) – Putra Ki Bodronolo, memerintah tahun 1657–1677.
- Ki Curigo – Putra Ki Hastrasuta.
- Kertawangsa (K.R.T. Kalapaking I) – Cicit Ki Bodronolo yang mulai menggunakan gelar Kalapaking, memerintah tahun 1677–1710.
- Ki Bagus Mandingin (K.R.T. Kalapaking II) – Memerintah tahun 1710–1751.
- Keturunan Kalapaking berikutnya terus memimpin Panjer hingga masa akhir Perang Diponegoro (Kalapaking IV).
- Perang Diponegoro dan akhir kekuasaan Trah Kolopaking di Panjer
- Peralihan kekuasaan ke Dinasti Arungbinang