5 Oktober 2026

Menguak Sejarah Sesepuh Kebumen

Kebumen tempo dulu (saat masih bernama Panjer) sangat erat dengan dinamika kerajaan Mataram Islam. Dua dinasti atau trah besar yang paling mendominasi sejarah kepemimpinan di Kebumen adalah Trah Kolopaking dan Trah Arungbinang.

Berikut adalah bagan dan penjelasan hubungan kekerabatan para tokoh leluhur Kebumen:
1. Hubungan Awal: Mataram Islam, Ki Singapatra, dan Ki Badranala
Hubungan ini membentuk fondasi awal berdirinya trah penguasa di Panjer (cikal bakal Kebumen):
  • Panembahan Senopati (Pendiri Mataram Islam) memiliki putri bernama Roro Pembayun.
  • Roro Pembayun menikah dengan Ki Ageng Mangir Wanabaya dan melahirkan Ki Madusena.
  • Ki Madusena yang mengungsi ke wilayah Kebumen kemudian menikah dengan Dewi Marjati dan melahirkan Ki Badranala (Bagus Bodronolo).
  • Ki Badranala kemudian menikah dengan Endang Patrasari, yang merupakan putri dari Ki Singapatra (penguasa kuno wilayah Panjer). Dari pernikahan inilah keturunan mereka nantinya membentuk Trah Kolopaking.
2. Trah Kolopaking (Penguasa Panjer)
Setelah Ki Badranala berjasa membantu logistik pasukan Sultan Agung dalam penyerangan ke Batavia (1629), ia diangkat menjadi penguasa Panjer. Keturunannya yang memimpin Panjer menggunakan gelar keluarga Kolopaking:
  • Ki Badranala + Endang Patrasari memiliki anak bernama Raden Bagus Kertosuto (kelak bergelar Tumenggung Kelapa Aking atau KRT Kolopaking I) dan Raden Bagus Hastrosuto.
  • Nama Kolopaking sendiri berasal dari buah kelapa kering (kelapa aking) yang diberikan kepada Sunan Amangkurat I saat beliau mengungsi di wilayah Panjer akibat pemberontakan Trunojoyo (1677). Trah ini memimpin Kebumen selama beberapa generasi.
3. Tokoh Sentral: Pangeran Bumidirja (Asal Usul Nama "Kebumen")
Di era Sunan Amangkurat I, terjadi pergolakan politik di Mataram.
  • Pangeran Bumidirja (dikenal juga sebagai Pangeran Mangkubumi atau Ki Bumi) adalah adik dari Sultan Agung Hanyokrokusumo.
  • Karena tidak sejalan dengan pemerintahan keponakannya (Amangkurat I), Pangeran Bumidirja memilih meninggalkan kraton pada tahun 1677 dan menyingkir ke arah barat.
  • Beliau menetap di tepi Sungai Luk Ula dan mendirikan padepokan. Tempat tinggal Pangeran Bumidirja ini kemudian dikenal oleh masyarakat luas sebagai Kabumian, yang seiring waktu berubah lafal menjadi Kebumen.
4. Trah Arungbinang (Dinasti Baru Kebumen)
Di akhir era Mataram Islam menuju masa perpecahan kerajaan, muncul dinasti baru yang memimpin Kebumen, yaitu Trah Arungbinang yang didirikan oleh Joko Sangrib:
  • Joko Sangrib (Tumenggung Arungbinang I) merupakan putra dari Pangeran Puger (Sunan Pakubuwono I dari Mataram). Ibunya adalah adik ipar dari Demang Honggoyudo di Kutowinangun yang masih merupakan garis keturunan Pangeran Bumidirja.
  • Berkat jasa besarnya terhadap Keraton Surakarta (termasuk memindahkan keraton Kartasura ke Surakarta dan meredam pemberontakan di Banyumas), Joko Sangrib diangkat menjadi Bupati Nayaka Surakarta dengan gelar Tumenggung Arungbinang I.
  • Keturunan dari Trah Arungbinang inilah yang di kemudian hari silih berganti menjadi Bupati Kebumen, bersaing pengaruh dan menandai peralihan kekuasaan dari Trah Kolopaking pasca-Perang Diponegoro.

9 Januari 2026

 Sejarah Desa Depokrejo Kebumen

untuk Dukuh Pesawahan diawali adanya hadirnya Mbah Pancabaya dan Mbah Pancabayu dan membabat hutan dengan cara di tebang dan kemudian membuka pemukiman. hal ini mengundang orang-orang untuk ikut menetap di daerah tersebut. termasuk seorang abdi dalem kraton mataram yang bernama Suradrana. karena kerja yang bagus maka beliau dinikahkan dengan keluarga keraton mataram yang bernama Nyi nalapraya. dan Mbah Suradrana memerintah di Desa Depokrejo dan mengembangkan wilayah sampai ke gesikan bersama Nyi Nalapraya. untuk makan Nyi Nalapraya berada di Desa gesikan berbatasan dengan Desa Depokrejo. sedangkan untuk Dukuh Depokrejo itu ada Mbah Amongrogo dan membuka hutan dengan cara membakarnya.

 Kebaikan

sekecil apapun kebaikan tetaplah kebaikan

jangan kau ingat keburukannya saja

apalagi hanya untuk mendongkrak kepentingan pribadi

tidak harus terlihat besar ketika kau menginjak teman

tidak akan terlihat kuat ketika kau memakan teman

ingatlah, wahai orang-orang ambisius

tuhan tidak tidur

jika kau tidak menghargai apa yang telah dilakukan teman untukmu

maka orang lain juga tiadak akan menghargaimu

dia nurut di depanmu karena kau mempunyai pengaruh

tunggulah nanti ketika kau sudah tidak menjabat

akan jadi omongan dan orang yang tak ada wibawa

1 September 2025

 

UPACARA PEMBUKAAN JAMBORE CABANG GERAKAN PRAMUKA

KWARTIR CABANG KEBUMEN

TANGGAL 12 AGUSTUS 2025 DIMULAI

A.      PERSIAPAN

Peserta upacara memasuki lapangan upacara

B.      ACARA PENDAHULUAN

1.      Peminpin upacara memasuki lapangan upacara

2.      Laporan Perwira Upacara Kepada Pembina Upacara

3.      Pembina Upacara Memasuki Lapangan Upacara

 

C.      ACARA POKOK

4.      Memanyikan Lagu “ Hymne Pramuka “ diikuti seluruh peserta upacara

(hadirin dimohon berdiri)

(hadirin disilahkan duduk kembali)

5.      Penghormatan Peserta Upacara Kepada Pembina Upacara

6.      Laporan Pemimpin Upacara Kepada Pembina Upacara

7.      Pengibaran Bendera Jambore

8.      Mengheningkan Cipta dipimpin oleh Pembina Upacara

9.      Pengucapan Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, dan Dasa Darma.

10.   Penyematan Tanda Peserta

11.   Amanat Pembina Upacara

Dilanjutkan pembukaan secara resmi dengan  dengan pemukulan “KENTONGAN“.

Dimohon Anggota mabi dan KaKwarcab Berkenan mendampingi

Anggota Mabi dan Kak Kwarcab  kembali ke tempat

12.   Menyanyikan lagu “ Bagimu Negeri“

( Hadirin dimohon Berdiri )

(hadirin disilahkan duduk kembali)

13.   Pembacaan Doa

14.   Laporan Pemimpin Upacara Kepada Pembina Upacara

15.   Penghormatan Peserta Upacara Kepada Pembina Upacara

 

D.     ACARA PENUTUP

16.   Pembina Upacara Berkenan Meninggalkan Lapangan Upacara

17.   Pemimpin Upacara Mengistirahatkan Peserta Upacara

18.   Pengumuman-pengumuman

19.   Pemimipin Pasukan membubarkan pasukannya masing-masing

 






































 SEJARAH DUKUH PESAWAHAN DESA DEPOKREJO

menurut sesepuh Dukuh Pesawahan Desa Depokrejo yaitu bapak Kyai Asmuni menceritakan bahwa awal mula Dukuh Pesawahan itu adanya 2 orang kakak beradik yang bernama Pancabaya dan Pancabayu. mereka membuka lahan dengan cara menebang pohon-pohon yang ada dan dibuat sawah sehingga dinamakan pesawahan. sedangkan untuk dukuh Depok itu dengan cara membakar lahan. Tokoh yang diceritakan adalah Mbah Amongrogo. 

Setelah lahan dibuka, membuat banyak pendatang yang datang dan berdomisili di daerah tersebut. salah satunya adalah mbah Suradrana. mbah Suradrana adalah salah satu abdi dalem dari kerajaan mataram. menurut Bapak Asmuni, Mbah Suradrana itu adalah abdi dalem yang sangat taat sehingga diberi hadiah dinikahkan dengan putri keraton yang bernama Nyi Nalapraya.

Cerita tersebut didapat Bapak Kyai Asmuni dari Mbah Glondong pesawahan dan dari cerita Bapak H. Dulah Masngud.

2 November 2021

Aksi Nyata Modul 3.3

 Aksi Nyata Modul 3.3. Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Oleh: Achmad Hufron, S.Pd.Jas

CGP Angkatan 2 Kabupaten Kebumen

Fasilitator: Imyatun Muayanah, S.Pd

 

Fact (Fakta)

A.      Latar Belakang Aksi Nyata

Gerakan pengembangan pembentukan karakter menjadi hal urgen untuk dilakukan di dunia pendidikan khususnya sekolah. Gerakan ini akan mendorong anak untuk masuk ke dunia yang penuh makna dan menjadikan dunia berada di genggaman tangannya.  Di era serba virtual ini kondisi anak-anak mengalami penurunan dalam karakter yang sering disebut degradasi moral.

Di zaman sekarang  sangat jarang sekali anak bersapa pada guru ketika berpas-pasan di manapun khususnya tempat publik. Mereka lebih cenderung berpaling dan mengalihkan pandangan. Seyogyanya guru sebagai panutan yang akan digugu dan ditiru menyapa duluan sebagai penanaman keteladan untuk membiasakan budaya positif. Mereka tidak salah, mungkin karena penanaman dan pembiasaan karakter positif kurang terpatri dalam diri mereka.

Hakekat dari pemimpin pembelajaran adalah pemimpin yang berpihak pada murid .Sebelum kita melakukan sebuah program yang berdampak pada murid maka langkah penting yang harus dilakukan adalah pemetaan aset yang dimiliki oleh sekolah .Pemetaan aset berpedoman pada prinsip inquiri apresiatif .Hal ini dilakukan karena seringnya kita membuat program berdasarkan kelemahan atau permasalahan yang ada sehingga aset atau kekuatan sekolah tidak tergali atau terlupakan. Setelah melakukan pemetaan asset diharapkan program yang dibuat adalah program yang dapat memberikan dampak pada murid sehingga akan melahirkan murid yang merdeka. Merdeka dalam arti, merdeka untuk belajar dan mengembangkan potensinya. Program yang dibuat seyogyanya dikelola dengan pengelolaan program yang berdampak pada murid.

Kepemimpinan merupakan hal yang harus ditumbuhkan pada diri seorang siswa. Jiwa pemimpin ini harus ditumbuhkan yaitu sejak masih di sekolah, hal ini dilakukan agar siswa kelak dapat mewarisi kepemimpinan bangsa bahkan dunia. Masa pembelajaran jarak jauh sekolah merupakan masa yang tepat bagi siswa untuk dapat mengasah jiwa kepemimpinan. Siswa dapat menjadikan lingkungan masayarakat sebagai sarana praktek penerapan kepemimpinan. Maka akan didapatkan hasil bahwa salah satu sarana yang dapat dilakukan untuk mengasah jiwa kepemimpinan siswa selama di rumah adalah dengan membekali murid melalui kegiatan pembiasaan di kelas. Selain kepemimpinan, siswa juga diajarkan untuk pembiasaan karakter positifnya terutama pada kemandirian dan percaya diri. Hal ini dikembangkan melalui kegiatan MADIMAPI (mau dipimpin dan mau memimpin).

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan penguatan pendidikan karakter mandiri, percaya diri dan mempunyai jiwa kepemimpinan. Kegiatan ini diimplementasikan di SD Negeri 1 Selang. Sekolah yang memiliki potensi/kekuatan/asset/sumber daya yang akan mendukung terlaksananya kegiatan MADIMAPI. Berdasarkan hasil pemetaan asset yang dimiliki SD Negeri 1 Selang Adalah sebagai berikut:

1.        Modal  Manusia : Guru, Siswa, Kepala Sekolah, Orang Tua

2.        Modal Sosial : Komunitas Keagamaan, TPQ

3.        Modal Fisik : Sarana Prasarana, Ruangan

4.        Modal Lingkungan Alam : Lapangan, Suasana yang nyaman, keadaan kondusif

5.        Modal Finansial : Dana BOS

6.        Modal Politik : Pemerintah desa mendukung penuh kegiatan sekolah

7.        Modal Agama dan Budaya : Banyak tokoh agama di sekitar sekolah.

B.       Alasan Melakukan Aksi Nyata

Yang paling menarik adalah murid mampu memunculkan rasa percaya diri, mandiri dan jiwa kepemimpinan di depan murid lainnya. Murid berani untuk memimpin dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dengan menerapkan pendekatan Inkuiri Apresaiatif tahapan BAGJA kita akan menemukan data valid alasan mengapa kegiatan MADIMAPI diterapkan di SD Negeri 1 Selang. Berikut  adalah Deskripsi Tahapan BAGJA kegiatan MADIMAPI:

1.        Buat pertanyaan

Bagaimana cara meningkatkan kepemimpinan siswa di sekolah?

Jawaban:

Melalui program kegiatan pembiasaan MADIMAPI.

2.        Ambil pelajaran

a.         Program kegiatan pembiasaan MADIMAPI sebagai upaya menumbuhkan Penguatan pendidikan karakter mandiri, percaya diri, dan kepemimpinan pada Murid.

b.         Kegiatan yang menyenangkan dan berpihak pada murid di lingkungan sekolah.

c.         Adanya peningkatan kompetensi murid dan guru. Murid dan guru terlibat aktif dalam program kegiatan pembiasaan MADIMAPI dan mengembangkan program yang sudah berjalan.

d.        Murid lebih terlatih untuk memimpin di depan.

e.         Murid memiliki hak sama untuk berperan dalam kegiatan karena dijadwalkan secara bergiliram

3.        Gali mimpi

Program kegiatan pembiasaan MADIMAPI direalisasikan di awal bulan Oktober 2021. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk memimpin dan dipimpin dengan bergantian. Pendampingan program kegiatan pembiasaan MADIMAPI dilakukan oleh guru secara bergiliran tidak hanya guru PJOK. Orang tua memantau perkembangan anak di rumah dari hasil program kegiatan pembiasaan MADIMAPI apakah sudah ada perkembangan jiwa kepemimpinannya dan rasa percaya dirinya atau belum. Mengadakan kuis untuk menentukan siswa yang akan memimpin kegiatan berikutnya. Bagi siswa yang dapat menjawab kuis dengan tepat maka berhak untuk menjadi pemimpin dikegiatan berukutnya.

4.        Jabarkan rencana

Program kegiatan yang telah dibuat akan didiskusikan kepada kepala sekolah dan guru OJOK yang biasa menanganinya serta berkolaborasi dengan masing-masing guru kelas.

Setelah mendapatkan rekomendasi kepala sekolah untuk dilaksanakan, selanjutnya Penyusunan Kepanitiaan Program dan Pembagian Tugas. Mensosialisasikan kepada seluruh warga sekolah baik secara lisan di rapat dan diumumkan maupun secara tertulis dengan pengumuman di group WA. Mendokumentasikan setiap kegiatan MADIMAPI, mengapresiasi murid yang berani memimpin. Yang terakhir adalah monitoring dan evaluasi kegiatan.

5.        Atur Eksekusi (Menentukan tim inti program)

a.         Penanggung Jawab kegiatan: Kepala sekolah

b.         Pengarah : Dewan guru

c.         Koordinator Acara: Ketua tim pengembang

d.        Penanggung Jawab sie Acara: Guru

e.         Laporan dibuat oleh guru PJOK berkolaborasi dengan wali kelas.

f.          Koordinasi dilakukan setiap rapat rutin guru

g.         Evaluasi dapat dilakukan melalui rapat koordinasi dengan kepala sekolah dan guru.

 

 

C.      Hasil Aksi Nyata

1.        Gambaran Umum Program

Program kegiatan pembiasaan MADIMAPI sebagai bentuk kegiatan yang dilakukan setiap hari atau kegiatan harian di awal pelajaran maupun dikhir pelajaran. Sebelum di mulai pelajaran murid belajar memimpin untuk mengkondisikan seluruh temannya berada di kelas/lapangan. Murid meminpin dengan maju ke depan didampingi oleh guru.

Setelah memimpin kemudian memberikan kuis yang diberikan kepada teman-temannya. Yang berhasil menjawab kuis dengan tepat maka akan menjadi pemimpin pada kegiatan berukutnya.

2.        Deskripsi Pelaksanaan Program

Waktu Pelaksanaan dilakukan pada saat awal pelajaran dan akhir pelajaran setiap harinya.

3.        Strategi Pelaksanaan Program

Murid melakukan kegiatan pembiasaan MADIMAPI setiap harinya didampingi oleh guru PJOK berkolaborasi dengan guru kelas pada saat pembelajaran jam PJOK. Murid untuk belajar memimpin, menumbuhkan keberanian, keberanian dan kemandirian murid.

4.        Faktor Pendukung dan Penghambat Program

a.         Faktor-faktor pendukung pelaksanaan program adalah

1)        Koordinasi antara guru dan orang tua yang baik.

2)        Guru yang mempunyi komitmen penerapan karakter positif siswa

3)        Murid antusias untuk menjadi pemimpin.

b.         Faktor-faktor penghambat pelaksanaan program adalah

Dalam pelaksanaan aksi nyata ini secara umum berkangsung dengan baik dan mendapatkan hasil sesuai harapan, akan tetapi ada beberapa catatan yang menjadi bahan perbaikan  yaitu :

1)        Ada beberapa siswa yang tetap tidak mau untuk latihan memimpin

2)        Beberapa murid belum percaya diri

3)        Beberapa murid saling berebut untuk menjadi pemimpin

D.           Hasil Pelaksanaan Program

kegiatan pembiasaan untuk melatih kepemimpinan dan percaya diri yang berupa pemberian ruang kepada siswa untuk berlatih memimpin teman-temannya dan membiasakan siswa untuk percaya diri menyampaikan gagasan di depan teman-temannya dengan secara rutin melalui pembiasan MADIMAPI. hal ini dilakukan sesuai dengan jam olahraga masing-masing kelas setiap paginya. dari hasil tersebut siswa lebih antusias dan percaya diri meningkat. Kegiatan ini  juga disambut antusias oleh murid dan orang tua. Dokumentasi aksi nyata program kegiatan pembiasaan MADIMAPI mewujudkan Karakter mandiri, percaya diri, dan kepemimpinan sebagai berikut:



 

 

Feeling (Perasaan)

Murid makin bersemangat untuk memimpin dan memandu jalannya kegiatan pembiasaan serta menambah rasa percaya diri sebagai bentuk eksistensi diri mereka dalam melakukan kebaikan. Semua guru termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan kepada murid supaya bakat kepemimpinan dapat tersalurkan dengan baik.  Kebahagian tersendiri bagi guru yang telah berhasil menambah kecakapan anak dalam meningkatkan jiwa kepemimpinan dan rasa percaya diri.

Finding (Pembelajaran)

Masih ada beberapa murid yang tidak mau maju untuk memimpin teman-temannya. Bahkan ada beberapa murid berebut untuk memimpin tidak memperdulikan hasil kuis yang diberikan pada pertemuan sebelumnya. Perlu keterlibatan orang tua untuk memantau dan memotivasi anak-anaknya untuk dapat aktif menjadi pemimpin dikegiatan ataupun pada saat menerima kuis. Akan tetapi masih banyak orang tua yang tidak mengetahui kondisi anaknya. Mereka bersikap acuh tak acuh terhadap perkembangan kepercayaan diri anaknya. Banyak anak yang berasal dari keluarga pedagang yang berangkat pagi pulang sore sehingga anak kurang terperhatikan.

Future (Rencana Penerapan Ke Depan)

Jika anak sudah terbiasa memimpin di depan murid-murid lainnya akan menumbuhkan kepercayaan diri dan keyakinan diri pada anak. Mereka akan mampu menghadapi tantangan dan kondisi yang terjadi pada saat memimpin di depan. Memaksimalkan peran seluruh warga sekolah untuk mengsukseskan program kegiatan MADIMAPI di awal dan di akhir jam pelajaran. 

Program pembiasan MADIMAPI bukan termasuk acara gebrakan yang dilaksanakan hanya periode tertentu akan tetapi menjadi program yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan terus menerus untuk memunculnya hal positif yaitu mandiri, percaya diri, dan mempunyai jiwa kepemimpinan. Peningkatan keaktifan peserta didik dalam kegiatan ini, mereka antusias dan saling bersaing untuk menjadi pemimpin.

E.       Refleksi dan Evaluasi

Kegiatan ini dievalusi setiap bulan sekali oleh kepala sekolah dan dewan guru

1.        Refleksi Program

a)         Diperlukannya komunikasi dengan orang tua murid terkait pentingnya anak mempunya jiwa mandiri, percaya diri, dan kepemimpinan.

b)        Berkolaborasi dengan orangtua untuk memantau anak-anaknya dalam membiasakan memimpin dan dipimpin.

c)         Melakukan coaching kepada murid yang tidak mau maju untuk memimpin teman-temannya.

d)        Adanya apresiasi kepada siswa yang berhasil menjawab kuis dan melaksanakan tugas memimpin dengan baik.

2.        Evaluasi Program

Sekolah memberikan apresiasi dan penghargaan kepada murid yang berhasil melaksanakan praktik kepemimpinan dengan baik, hal ini dilakukan untuk membangkitkan semangat murid-murid  lainnya.  Melakukan coaching  kepada murid yang tidak mau praktik memimpin. Mengarahkan Orang tua untuk memberikan motivasi kepada anaknya supaya berperan aktif dalam kegiatan MADIMAPI.

Program ini mungkin bagi sebagian orang tidak memiliki makna yang mendalam akan tetapi bagi murid SD Negeri 1 Selang akan memberikan pengalaman berharga dalam menumbuhkan karakter kemandirian, percaya diri, dan jiwa kepemimpinan pada diri anak. Murid yang memiliki pribadi-pribadi kuat memegang teguh ideology, keyakinan, budi pekerti dan kemandirian. Program yang akan berdampak pada murid. Program yang akan meningkatkan kompetensi sehingga siap berkompetisi baik secara lokal maupun global. Program yang meningkatkan keleluasaan baik spiritual, sosial, emosional, moral maupun intelektual bagi murid.

Semoga Bermanfaat

 


Menguak Sejarah Sesepuh Kebumen

Kebumen tempo dulu (saat masih bernama Panjer ) sangat erat dengan dinamika kerajaan Mataram Islam . Dua dinasti atau trah besar yang paling...